Penelusuran Data

Telusuri data di dalam kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

ANALISIS KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO, SERAT, NATRIUM, DAN KOLESTEROL PADA KUE KHAS KALIMANTAN SELATAN

AN NISA, ELIANDHA (2019) ANALISIS KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO, SERAT, NATRIUM, DAN KOLESTEROL PADA KUE KHAS KALIMANTAN SELATAN. [Tugas Akhir]

[img] Text
AN NISA ELIANDHA abstrak.pdf

Download (153kB)

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang kaya akan kuliner. Makanan tradisional adalah produk makanan dari suatu daerah yang dibuat secara tradisional dan proses pembuatannya dilakukan dengan menggunakan peralatan yang sederhana. Masyarakat Kalimantan Selatan memiliki kebiasaan mengonsumsi kue khas Kalimantan Selatan yang umumnya bercita rasa manis, asin, dan bersantan. Kue-kue tersebut apabila dikonsumsi dalam jangka waktu terus menerus dan berlebihan akan menimbulkan penyakit degeneratif yang diantaranya adalah hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, stroke, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak), serat, natrium, dan kolesterol pada kue khas Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif. Analisis kandungan zat gizi makro, serat, natrium, dan kolesterol menggunakan software gizi Nutrisurvey. Hasil penelitian terhadap 33 macam kue Khas Kalimantan Selatan dalam 100 gram kue diperoleh kandungan karbohidrat dan serat tertinggi pada kue amparantatak yaitu 137.8 g karbohidrat, dan 7.1 g serat. Kandungan protein dan natrium tertinggi pada kue ipau basumap yaitu 21.7 g protein dan 511 mg natrium. Kandungan lemak tertinggi pada kue bingka kentang 22.4 g. Kandungan kolesterol tertinggi pada kue bingka barandam 486.2 mg. Berdasarkan kategori kontribusi energi makanan selingan dikatakan baik jika 10-20% dari total kecukupan sehari, maka kebutuhan porsi makanan selingan dalam sehari rata-rata untuk orang dewasa yaitu energi 243.75 kkal, karbohidrat 36.5 g, protein 9.1 g, lemak 6.8 g, serat 3 g, natrium 200 mg, dan kolesterol 30 mg, sehingga perlu diperhatikan dalam mengonsumsi makanan selingan sehari agar terhindarnya dari penyakit degeneratif.

Item Type: Tugas Akhir
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: S1 Gizi
Depositing User: Administrator SHB
Date Deposited: 11 Feb 2022 08:09
Last Modified: 11 Feb 2022 08:09
URI: http://repository.stikeshb.ac.id/id/eprint/283

Actions (login required)

View Item View Item